Student Journal Korwil 1:GLOBAL MARITIME FULCRUM AND CONTEXTUAL INTELLIGENCE: INDONESIA’S POSSIBLE APPROACH TOWARDS INTERNATIONAL SYSTEM DOMINATION

 

AdhitPrayoga

Universitas Riau – 1501121915

 

Indonesia merupakansalahsatunegarakepulauan (archipelagic state) terbesar di Asia Tenggara dankedua di dunia yang memiliki 17.506 pulau-pulaubesardankecil, sertaluaswilayahlebihdari 7.7 juta km². Dimanaluaswilayahlaut yang dimiliki Indonesia adalahseluas 5.8 juta km2, yang terdiridariwilayahteritorialsebesar 3.2 juta km2danwilayahZonaEkonomiEksklusif Indonesia seluas 2.6 juta km2.[1]Secarageografis, posisi Indonesia beradapadaposisisilangantaraBenua Asia denganBenua Australia danSamudraHindiadenganSamudraPasifik.Letak Indonesia yang berada di posisipersilangandunia (world intersection) antaraduabenuaitumembuat Indonesia berada di jalurlalulintasinternasionaldanjugaseringmenjadi transit jalurperdagangandunia.Padaposisiini, Indonesia menjadipusatjalurlalulintasdunia.[2]

Selainsebagaijalurlautstrategis, potensisumberdayakelautanjugamelimpah. Indonesia terkenalsebagaipemasok 10% komoditasperikanandunia, denganmemiliki 37% spesiesikanterumbukarangserta 76% spesieskarangdunia.[3]Konstelasigeografis Indonesia memberikankeuntunganstrategisbagibangsadannegara.Denganposisisilangdanpotensisumberdayakelautan yang dimiliki, Indonesia dapatmemberikanhegemoni yang cukupbesarpadasisteminternasional.Olehkarenaitu, halinidimanfaatkanolehpasanganJokoWidodo (Jokowi) danJusufKalla (JK) sebagaipresidendanwakilpresidendenganmemahamibahwapusatgravitasi geo-ekonomidan geo-politikduniasedangbergeserdari Barat ke Asia Timur, yang ditandaikebangkitannegara-negara Asia. Momentum tersebutakanmenunjangcita-cita Indonesia sebagaiporosmaritimdunia.[4]Pemanfaatanpotensi yang adainiditandaidengandikeluarkannyalimapilararahanterkaitdengankebijakanPorosMaritimDunia (PMD) olehJokowi, yang diantaranya[5]:

  1. Membangunkembalibudayamaritim;
  2. Menjagadanmengelolasumberdayalautdenganfokusmembangunkedaulatanpanganlaut, industriperikanandenganmenempatkannelayansebagaipilarutama;
  3. Membanguninfrastruktur, konektivitasmaritim (tollaut, pelabuhanlautdalam, logistik), sertaindustriperkapalan, sertawisatabahari;
  4. Diplomasimaritim;
  5. Membangunkekuatanpertahananmaritim;

 

Perwujudan PMD akanberdampakkepadakesiapansumberdayamanusia di Indonesia. Hal iniperludimulaidenganmelakukanmengoptimalisasiwawasanbaharikedalam proses pendidikanataupunketatanegaraan. Karenapadatingkatan yang lebihstrategis, bangsa Indonesia perlumemperkuatkesadaranlingkunganmaritim yang merupakanawaldaripengembalianidentitasnasional Indonesia sebagaisebuahnegarakepulauandengankekuatanmaritim yang bersatu, sejahtera, danberwibawa.[6]Namun, konsep yang adatidakditunjangdenganpenyuluhansehinggamasyarakat Indonesia masihbelumpahamapa yang dimaksudkanolehPresidentersebut. Hal inisecaratidaklangsungberdampakkepada proses implementasisecaramenyeluruhdarikonsep PMD, khususnyapilarpertama yang membutuhkanpemahamandarimasyarakat Indonesia mengenaipotensimaritim yang merekamilikisertabagaimanacaramempertahankannyauntukkesejahteraanbersama.

PemerintahtelahmencanangkanKerangkaKerjaMaritim Indonesia (KKMI) danKerangkaKerjaMaritim Daerah (KKMD) untukmembantuproses pembangunankemaritiman di Indonesia. Di dalam KKMI dan KKMD, terdapatbeberapakategoridari program kerjautamayaituindustridanjasamaritim; perikanan; agro maritim; wisatabahari; pertambanganlaut (minyak, gas, mineral); transportasilaut (tollaut, pelayaran, pelabuhan, logistik); danenergilaut.Denganunsurpenunjangyaituregulasi/aspek legal dankebijakanpendukung yang melekatpadasetiap program kerja, sertapenguataninstitusi yang terlibatdalamperencanaan, pengendali, pelaksana, danpemerhatimasyarakatmaritim.[7]

Kelemahan yang terdapat di dalam KKMI dan KKMD adalahtidakadanya program kerja yang menunjangpengetahuanmasyarakatterhadapkonsep PMD, sehinggahaliniakanmenjadisebuahmasalah yang berdampakkepadatidakterjalankannyapilarbudayamaritimdalamkebijakanpemerintah Indonesia tersebut. Untukitu, masyarakatmembutuhkanapa yang disebutsebagaiContextual Intelligence. Contextual Intelligenceharusdimulaidenganpemahamantentangkonsep PMD secaramenyeluruh yang dilengkapidenganpotensi, ancaman, sertakekuatan yang dimilikioleh Indonesia untukmenjadisebuahnegaramaritim yang tangguh.Contextual Intelligence harus dibangun diatas pondasi pendidikan yang kuat. Keberhasilannyadapatdinilaidari pemahaman tentang pentingnya menjaga kedaulatan Negara KesatuanRepublik Indonesia (NKRI) dan meningkatnya semangat nasionalisme masyarakat.

Substansikonkrit yang akandimasukkankedalamContextual Intelligenceadalahpemahamandasarmengenaiwawasannusantara, konsep PMD, penjabarankekuatan Indonesia secarakerasdanlunak, sertaancamanterhadapkekuatandanpotensi yang ada. Nenekmoyangbangsanusantaratelahmemahamiartidankegunaanlautsebagaisaranauntukmenjalinberbagaikepentingansepertiperdagangansertakomunikasiantarbangsa, halinilah yang menunjang Indonesia mendapatkankejayaandalambidangmaritimmelaluikerajaanSriwijayadanMajapahitpadaabadke 7 hingga 15.

 

Tabel 1.1

ImplementasiContextual Intelligence

Entitas Metode PihakTerkait
Organisasi Non-PemerintahdanPemerintahan (InstansisertaPemerintah Daerah) Seminar, Simposium, Diskusi Panel, LokaKarya, danPameran. Komisi I dan III DewanPerwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI); KementerianLuarNegeriRepublik Indonesia; KementerianKoordinatorBidangKemaritimanRepublik Indonesia; sertaKementerianKelautandanPerikananRepublik Indonesia.
KomunitasAkademik (SD, SMP, SMA, Mahasiswa/i) Festival Kemaritiman, Seminar Pendidikan, RisetBersama, Perlombaan, dan Proses Belajar-Mengajar. KementerianPendidikandanKebudayaanRepublik Indonesia; KementerianRiset, Teknologi, danPendidikanTinggiRepublik Indonesia; sertatenagapengajar.
MasyarakatUmum PenyuluhandanSosialisasi Pemerintah Daerah: ProvinsidanKabupaten; sertaorganisasi non-pemerintahmaupunlembagaswadayamasyarakatsepertiGerakanPemudaMaritim Indonesia danLembagaMaritim Indonesia.

 

 

 

JikaimplementasiContextual Intelligencedapatberjalan, masyarakat Indonesia akansadarbahwalautmemilikiartisebagai mediapemersatu, sumberdaya, danpertahanan. Ketikapemikiranmasyarakatsepertiinitelahterbentuk, makabukansuatuhal yang mustahilbagi Indonesia untuktumbuhmenjadisebuahnegara yang berpengaruhbagipercaturanduniainternasionaldenganPMD yangmandiri, maju, kuatdanberbasiskankepentingannasional.JalesvevaJayamahe!

 

DAFTAR PUSTAKA         

BukudanJurnalFisik

Kurnia, Aan. 2017. MenyongsongPorosMaritimDunia: Di AntaraAncaman&Peluang. Jakarta: Tim PetroEnergy.

Limbong Bernhard. 2015. PorosMaritim. Jakarta: PT Dharma KharsaUtama.

Morgenthau, Hans. 1948. Politics among Nations: The Struggle for Power and Peace. New York: Alfred Knoph.

Nye, Joseph. 2011. The Future of Power. New York: Public Affairs.

Rosyidin, Mohamad. 2017. Diskursus Smart Power dalamPolitikLuarNegeri Indonesia: PendekatanEklektisisme.Paper yang disampaikandalam PSNMHII XXIX, UniversitasJenderal Ahmad Yani.

 

JurnalElektronikdan Media Online

Central Intelligence Agency. 2018. The World Factbook: Indonesia.https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/id.html, diaksespada 1 Oktober 2018 – 23:32 WIB.

Kata Data. 2017. PotensiBesarLaut Indonesia.https://katadata.co.id/infografik/2017/02/13/potensi-besar-laut-indonesia, diaksespada 1 Oktober 2018 – 23:42 WIB.

Murniningtyas, Endah. 2015. PengelolaanEkonomiKemaritiman Yang MandiridanBerkelanjutan. http://perhepi.org/wp-content/uploads/2016/02/Dr.-Endah-Murniningtyas_materi-Semnas-Ek.-Maritim.pdf,diaksespada 1 Oktober 2018.

PresidenRI. 2015. Indonesia SebagaiPorosMaritimDunia.http://www.presidenri.go.id/berita-aktual/indonesia-sebagai-poros-maritim-dunia.html, diaksespada 1 Oktober 2018 – 01:58 WIB.

Siswanto.2017. MewujudkanPorosMaritimDunia 2030 DenganAplikasi KKMI dan KKMD.https://nanopdf.com/download/mewujudkan-indonesia-poros-maritim-dunia-2030-jaman-2016_pdf, diaksespada 3 Oktober 2018 – 21:13 WIB.

 

 

[1]Central Intelligence Agency. 2018. The World Factbook: Indonesia.https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/id.html, diaksespada1 Oktober 2018 – 23:32 WIB.

[2]Kurnia, Aan. 2017. MenyongsongPorosMaritimDunia: Di AntaraAncaman&Peluang. Jakarta: Tim PetroEnergy: hal. 13.

[3]Kata Data. 2017. PotensiBesarLaut Indonesia.https://katadata.co.id/infografik/2017/02/13/potensi-besar-laut-indonesia, diaksespada 1 Oktober 2018 – 23:42 WIB.

[4]PresidenRI. 2015. Indonesia SebagaiPorosMaritimDunia.http://www.presidenri.go.id/berita-aktual/indonesia-sebagai-poros-maritim-dunia.html, diaksespada 1 Oktober 2018 – 01:58 WIB.

[5]Murniningtyas, Endah. 2015. PengelolaanEkonomiKemaritiman Yang MandiridanBerkelanjutan. http://perhepi.org/wp-content/uploads/2016/02/Dr.-Endah-Murniningtyas_materi-Semnas-Ek.-Maritim.pdf, diaksespada 1 Oktober 2018.

[6]Limbong Bernhard. 2015. PorosMaritim. Jakarta: PT Dharma KharsaUtama, hal. 28 – 30.

[7]Siswanto.2017. MewujudkanPorosMaritimDunia 2030 DenganAplikasi KKMI dan KKMD.https://nanopdf.com/download/mewujudkan-indonesia-poros-maritim-dunia-2030-jaman-2016_pdf, diaksespada 3 Oktober 2018 – 21:13 WIB.

Recent Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search