STUDENT JOURNAL KORWIL 1: Kebijakan Pemerintah Indonesia Mengganti Nama Sebagian Laut Cina Selatan

Yunia, 1816071029, Universitas Lampung

Sikap agresif Cina terkait Perairan Laut Cina Selatan menjadikan suasana di
sekitar wilayah tersebut menjadi memanas. Kemudian adanya militerisasi yang
menyebabkan sikap bermusuhan. Hal ini dilatarbelakangi Cina sebagai penyedia
kebutuhan konsumen terbesar di dunia, membutuhkan banyak energi yang cukup dari tahun ke tahun untuk mempertahankan industrialisasi yang berkelanjutan.1
Untuk memenuhi permintaan yang cukup banyak, Cina berusaha untuk
mendapatkan akses yang besar di Laut Cina Selatan. Cina mengincar Laut Cina
Selatan dikarenakan terdapat sumber daya alam yang sangat berpotensi yaitu barel
minyak dan gas alam. Cina mengklaim pulau-pulau yang berada di Laut Cina
Selatan sebagai kedaulatannya.
Laut Cina Selatan secara geografis berada diantara enam negara yaitu,
Malaysia, Brunei Darusalam, Vietnam, Filipina, Taiwan, dan China. Wilayah Laut
Cina Selatan ini adalah wilayah teritorial yang bersengketa antara keenam negara
tersebut. Hal ini dikarenakan perairan tersebut kaya akan potensi alam seperti
minyak bumi dan gas alam. Hal inilah yang sebenarnya diperebutkan atau
disengketakan oleh negara-negara tersebut. Letak Laut Cina Selatan yang
berdekatan dengan Laut Natuna milik Indonesia tepatnya berada di garis putus
sembilan Laut Cina Selatan. Dikarena keberadaannya yang berdekatan dengan Laut
Cina Selatan ini, Indonesia kemudian menegaskan diri untuk tidak ikut serta dalam
sengketa tersebut.
Perairan Natuna merupakan salah satu perairan strategis yang dimiliki
Indonesia dan merupakan jalur perdagangan internasional yang dilalui banyak
kapal-kapal perdagangan, sehingga keamanan di daerah Perairan Natuna ini harus
benar-benar dijaga. Namun, Tiongkok memasukan perairan Natuna ke dalam
klaimnya yaitu disebut dengan nine dash line (sembilan titik imaginer) hal ini yang menyebabkan terganggunya Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE).2 Oleh sebab itu
pemerintah Indonesia berinisiatif untuk mengganti nama sebagian Laut Cina
Selatan menjadi Laut Natuna Utara, yang dalam hal ini dapat dipandang sebagai
tindakan antisipatif dalam menanggapi sengketa di wilayah sekitar.
Namun disi lain, tindakan Indonesia dalam upaya penggantian nama sebagian
Laut Cina Selatan tersebut mendapat kritik dari menteri luar negeri Cina yaitu Geng
Shuang. Ia menganggap bahwa tindakan Indonesia mengganti nama Laut Cina
Selatan menjadi Laut Natuna Utara adalah tindakan yang tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan upaya standarisasi mengenai penyebutan wilayah Intenasional.3
(Minggu,16/07/2017) Sebelum Indonesia melakukan pergantian nama sebagian
Laut Cina Selatan menjadi Laut Natuna Utara, Filipina telah mengganti nama Laut Cina Selatan menjadi Laut Filipina Barat.4 Oleh karena in, kemudian Cina menyeret
Filipina ke Mahkamah Internasional di Den Hague pada tahun 2016 tetapi
tindakannya ini tidak berbuah manis, karena menurut Mahkamah internasional Cina
tidak berwenang dalam hal ini.
Walaupun Cina hanya memberikan komentar terhadap penggantian nama
perairan tersebut, Indonesia harus tetap berhati-hati dan waspada terhadap tindakan
Cina yang akan datang. Hal ini dikarenakan Cina mempunyai sifat yang agresif dan
ambisius dalam persoalan apapun, termasuk dalam kekuasaan wilayah. Apabila
sewaktu-waktu Cina muncul untuk memperdebatkan kepemilikan dan penamaan
Perairan Natuna ke persoalan yang lebih serius, maka Indonesia harus siap dengan
kekuatan, keputusan, dan tantangan kedepan mengenai kerjasama antara Indonesia
dengan Cina. Apakah hal tersebut akan berdampak positif atau negatif terhadap
kerjasama yang telah dibangun antara Cina dengan Indonesia selama ini.
Disi lain, Indonesia tetap melakukan proses perubahan atau update peta
Indonesia edisi 2017 dan ZEE dengan mengganti nama sebagian Laut Cina Selatan
menjadi Laut Natuna Utara. Sebagai wujud dari hal ini, Indonesia telah
mendaftarkan perubahan tersebut kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan
Organisasi Hidrografik Internasional. Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI
Angkatan Laut (Pushidrosal) mewakili Repubilik Indonesia di International
Hydrography Organization (IHO) dalam memperjuangkan penggantian nama
sebagian Laut Cina Selatan menjadi Laut Natuna Utara pada sidang-sidang S23 working group IHO.5 Peta NKRI edisi 2017 ini mempunyai dua versi, yaitu peta
citra satelit yang dibuat oleh Badan Informasi Geospasial dan versi Peta Laut
Indonesia yang dibuat oleh Pushidrosal. Dengan adanya pemetaan baru tersebut,
yaitu Peta Indonesia edisi 2017 dapat memperkuat jalinan persahabatan dengan
negara tetangga yang bersama-sama untuk mempertegas batasan-batasan wilayah
negara terutama terutama di sekita Laut Cina Selatan.
Dengan adaya peta edisi terbaru tersebut, yaitu 2017 Indonesia memiliki
kejelasan terkait keberadaan dan kepemilikan wilayah, terutama yang berada di
sekitaran Laut Cina Selatan. Apabila dikemudian hari ada negara yang melanggar
dan mencari masalah terkait wilayah Indonesia, maka Indonesia bisa
mempertahankan wilayahnya dihadapan hukum Internasional. Tindakan Indonesia
dalam mengganti nama sebagian Laut Cina Selatan ini bertujuan untuk
mempertegas wilayah yang dimiliki tanpa maksud menimbulkan konflik dan
gesekan antar negara disekitar wilayah tersebut.
Disamping itu, untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang dapat terjadi
maka pemerintah Indonesia memperkuat pertahanan militernya dengan cara
melatih Angkatan Laut dan mengirim kapal perang ke daerah perairan Indonesia
disekitar Laut Cina Selatan. Indonesia juga meningkatkan aktifitas mercusuar di
Perairan Tanjung Datu Provinsi Kalimantan Utara yang berfungsi sebagai rambu
lalu lintas di wilayah Laut Natuna Inlander dan Tanjung Datu sebagai upaya
pengawasan terhadap keamanan perairan laut Indonesia.
Dari paparan diatas, mengenai tindakan pemerintah Indonesia terkait
penggantian nama sebagian Laut Cina Selatan tersebut menunjukan bahwa
Indonesia adalah negara yang memiliki sikap yang tegas terhadap wilayahnya untuk
menjaga kedaulatan. Oleh sebab itu, Indonesia akan selalu berupaya keras demi
mempertahankan haknya sesuai aturan yang berlaku. Kebijakan dan tindakan
Pemerintah Indonesia mengenai hal ini dapat menjadikan motivasi dan kepercayaan
diri negara-negara tetangga terhadap ketegasan dalam mengambil keputusan.
Dengan itu dapat tercipta suatu negara yang tegas, mandiri, dan dapat bernegosiasi
terutama dalam rangka mempertahankan kedaulatan wilayahnya.

Kesimpulan
Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam melalukan penggantian nama sebagian
Laut Cina Selatan menjadi Laut Natuna Utara merupakan bukti ketegasan Indonesia
dalam mempertahankan kedaulatan wilayahnya. Walaupun kebijakan tersebut
mendapatkan kritik dari menteri luar negeri Cina, Indonesia tetap melanjutkan
tindakannya dengan proses pembaruan peta Indonesia yaitu edisi 2017 sebagai
wujudnya. Indonesia juga harus selalu siap dan berhati-hati terhadap sikap Cina
yang terkadang tidak terprediksi. Namun demikian, sebagai negara yang berdaulat
Indonesia mempunyai hak dalam kebijakannya yaitu menganti nama sebagian Laut
Cina Selatan. Hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi negara lain yang
berada disekitarnya agar lebih berani dan tegas dalam persoalan batas dan wilayah
negara.
Note

1 https://www.matamatapolitik.com/tinjauan-sengketa-laut-china-selatan/ 2 https://m.cnnindonesia.com/nasional/20160623113553-20-140352/nine-dashed-line-china-kenatuna-bak-muncul-dari-langit 3 https://m.cnnindonesia.com/internasional/20170720172204-106-229239/diprotes-china-ridaftarkan-nama-laut-natuna-utara-ke-pbb 4 https://ekonomi.kompas.com/read/2017/07/16/113255326/beijing-protes -indonesia-ubahlaut-china-selatan-jadi-laut-natuna#page1 5 http://pushidrosal.id/berita/4143/KAPUSHIDROSAL-TANDATANGAN-PETA-NKRI-EDISI-2017,-NAMA-LAUT-NATUNA-JADI-NATUNA-UTARA/

Bibliography

 Suastha, Riva Dessthania.Diprotes China Ri Daftarkan Nama Laut Natuna Utara ke PBB.20 Juli 2017. https://m.cnnindonesia.com/internasional/20170720172204-106229239/diprotes-china-ri-daftarkan-nama-laut-natuna-utara-ke-pbb  Azizah,Kurnia Sari.Beijing Protes Indonesia Ubah Laut China Selatan Jadi Laut Natuna Utara.16 Juli 2017. https://ekonomi.kompas.com/read/2017/07/16/113255326/beijingprotes -indonesia-ubah-laut-china-selatan-jadi-laut-natuna#page1  Pushidrosal.14 Juli 2017. http://pushidrosal.id/berita/4143/KAPUSHIDROSALTANDATANGAN-PETA-NKRI-EDISI-2017,–NAMA-LAUT-NATUNA-JADI-NATUNA-UTARA/  Jennings,Ralph.RI Ubah Nama Sebagian Laut China Selatan dengan Laut Natuna Utara.20 Juli 2017. https://www.voaindonesia.com/a/indonesia-ubah-nama-sebahian-laut-chinaselatan-/3952207.html  Mata Politik View.Tinjauan Sengketa Laut China Selatan.8 September 2018. https://www.matamatapolitik.com/tinjauan-sengketa-laut-china-selatan/

Recent Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search