APA PENYEBAB KRISIS PORTUGAL?

Awal Mula dan Sebab-Sebab Krisis Ekonomi Portugal

Beberapa tahun belakangan ini Uni Eropa sedang terpuruk dan ditimpa krisis ekonomi dan finansial di beberapa negaranya, salah satunya di Portugal. Bangkrutnya neraca keuangan pemerintahan Portugal akibat terlalu besarnya defisit anggaran negara yang melebihi 12% yang mana seharusnya menurut kesepakatan negara-negara Uni Eropa, defisit tidak boleh lebih dari 3% dari  PDB. Portugal memiliki hutang yang lebih besar daripada PDB-nya. Selain itu, penyebab lainnya adalah angka pengangguran yang tinggi, meningkatnya utang pemerintah dan imbal hasil obligasi yang tinggi. Ini disebabkan oleh kombinasi dari resesi global, kurangnya daya saing dan keterbatasan berada di Euro. Hal ini menyebabkan terjadinya krisis keuangan dan mempengaruhi perbankan negara tersebut.

Saat bergabung dengan Euro, utang nasional Portugal berada di bawah batas 60% yang ditetapkan oleh kriteria Maastricht. Pada awal krisis utang pada tahun 2009, tingkat utang sektor publik telah meningkat hingga 70% dari PDB. Namun, resesi 2009-12, telah melihat peningkatan pesat dalam tingkat utang, meskipun ada upaya untuk mengurangi belanja publik dan langkah-langkah penghematan yang dikejar oleh pemerintah. Sejak Januari 2010, kekhawatiran atas stabilitas obligasi zona euro menyebar ke Portugal, dan imbal hasil obligasi meningkat pesat ke tingkat yang tidak berkelanjutan. Ini menyebabkan pemerintah mengejar langkah-langkah penghematan darurat. Kenaikan imbal hasil obligasi adalah karena kekhawatiran atas likuiditas di zona euro (tidak adanya Bank Sentral yang mau mencetak uang dan membeli obligasi bila diperlukan) dan kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi masa depan serta bank lebih ragu-ragu tentang memegang utang Eurozone.

Kebijakan

Berbagai kebijakan dilakukan oleh pemerintah seperti meminta bantuan keuangan kepada IMF dan Uni Eropa serta kebijakan kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran telah dilakukan. Tetapi persoalan semakin besar saat banyak perbankan yang tidak mampu melunasi hutang-hutangnnya yang telah jatuh tempo. Pemerintah harus mengeluarkan surat utang untuk menutup kekurangan anggaran dalam rangka menyelamatkan perbankan-perbankan di Portugal dari krisis likuiditas. Belum lagi krisis surat hutang yang bernilai rendah yang menambah keadaan perbankan di Portugal krisis likuiditas terhadap utang-utangnya. Kondisi ini membuat para investor meminta suku bunga tinggi untuk setiap penerbitan surat utang Pemerintahan Portugal. Suku bunga yang ditawarkan hampir 6% dalam waktu 12 bulan. Bunga itu jauh lebih tinggi jika dibandingkan bunga yang dalam skema bailout Uni Eropa dan IMF yang mencapai 5,7% untuk 5 tahun. Perekonomian Portugal yang sedang jatuh dan krisis likuiditas perbankan mempengaruhi penurunan nilai tukar mata uang euro terhadap mata uang asing.

Menanggapi krisis utang, Portugal melakukan penghematan besar-besaran, keseimbangan anggaran berkurang 7,9% dari PDB – pengetatan besar mengingat situasi ekonomi. Pemerintah memotong pengeluaran yang menyebabkan hilangnya pekerjaan dan menurunkan pendapatan yang dapat dibelanjakan. Pajak yang lebih tinggi juga mengurangi pendapatan sekali pakai. Dampak dari langkah-langkah penghematan juga mengurangi kepercayaan konsumen dan bisnis. Karena Portugal berada dalam Mata Uang Tunggal, ada sedikit pilihan lain untuk meningkatkan permintaan domestik untuk mengimbangi pengetatan fiskal yaitu tidak adanya devaluasi untuk meningkatkan daya saing ekspor dan tidak ada pelonggaran kebijakan moneter. Dalam situasi ekonomi ini, kebijakan fiskal deflasi memiliki efek pengganda negatif yang sangat tinggi yang menyebabkan penurunan GDP riil.

Ada juga kekhawatiran bahwa langkah-langkah penghematan telah merugikan diri sendiri. Kenaikan pengangguran dan penurunan pendapatan pajak telah menempatkan beban lebih besar pada anggaran pemerintah.

Uni Eropa dan IMF

IMF mengkonfirmasikan bahwa Portugal telah meminta bantuan keuangan untuk memenuhi beban utang negara yang menghancurkan. “Kami siap untuk bertindak cepat untuk permintaan ini dan melakukan pembicaraan secepatnya dengan pemerintah Portugal,” Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn mengatakan dalam sebuah pernyataan.

IMF bekerjasama dengan Uni Eropa dan Bank Sentral Eropa (ECB) dalam perencanaan menopang keuangan negara-negara Iberia (negara-negara di barat daya Eropa) yang sedang dilanda krisis ekonomi dan keuangan.

Portugal telah memutuskan untuk meminta bantuan keuangan dari Uni Eropa untuk menyelesaikan masalah utang tersebut. Hal ini tidak lepas dari pengunduran diri PM Portugal, Jose Socrates yang selama ini menolak untuk meminta bantuan pada Uni Eropa ataupun IMF.

Uni Eropa mengumpulkan dana sekitar 4,75 miliar euro atau senilai dengan 6,7 miliar dolar AS untuk Portugal melalui penerbitan obligasi baru. Sementara IMF akan  memberikan dana darurat sebagai bagian dari bailout bersama 78 miliar euro. Di Lisbon, Departemen Keuangan Portugak mengkonfirmasi telah menerima 6,1 miliar euro dari IMF.

Memorandum of Economic and Financial Policies – Portugal

Sebuah surat intensi dari IMF (International Monetary Fund) yang berisikan pengamatan dan solusi dari IMF serta memorandum kebijakan ekonomi dan keuangan Portugal. Dalam memorandum, dibahas beberapa sub pokok bahasan antara lain pengenalan prospek makroekonomi, pengurangan hutang dan defisit publik, perlancar sektor publik, perlindungan sistem keuangan ditengah pengurangan hutang, peningkatan daya saing melalui reformasi struktural, dan program matters. Masing-masing sub pokok bahasan memiliki rincian atau poin poin detailnya.

Perekonomian Portugal Membaik

Portugal berhasil melaksanakan program penghematan setelah mengalami defisit anggaran dan krisis utang dan menjadi negara ketiga di eropa yang berhasil melakukannya. Perdana Menteri Pedro Passos Coelho mengumumkan negaranya segera mengakhiri program bantuan Uni Eropa, IMF dan Bank Sentral Eropa, ECB. Coelho juga menerangkan bahwa Portugal tidak perlu lagi kredit darurat dari Uni Eropa. Negaranya akan mencoba melaksanakan kebijakan ekonomi mandiri, tanpa jaminan penyelamatan.

Coelho menyatakan, Portugal saat ini punya persediaan devisa yang cukup untuk menghadapi permasalahan ekonomi di masa mendatang. Sebelumnya, Portugal berada dalam program bantuan darurat Uni Eropa dan menerima bantuan sebesar 78 miliar Euro, yang diberikan oleh Uni Eropa, ECB dan IMF. Syaratnya adalah, Portugal harus menjalankan program penghematan yang diawasi dengan ketat IMF.

 

Recent Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search