KTT G20 2017: Menuju G19?

1499929182337

Oleh: Tim Penulis Departemen INKA KOMAHI UGM

KTT G20 yang keduabelas telah selesai diselenggarakan selama dua hari di Hamburg, Jerman, pada 7-8 Juli 2017 lalu. Selain Jerman yang memegang kursi kepresidenan G20 pada tahun ini, konferensi tersebut juga dihadiri oleh Uni Eropa dan 18 negara anggota lainnya – Afrika Selatan, Amerika Serikat, Argentina, Arab Saudi, Australia, Brazil, Britania Raya, Cina, India, Indonesia, Italia, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Mekisko, Prancis, Rusia dan Turki. Seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, KTT G20 keduabelas menjadi forum bagi negara-negara anggota untuk membahas kerja sama ekonomi dan isu-isu internasional lainnya seperti perubahan iklim, terorisme dan migrasi.

Peristiwa-peristiwa menarik turut mewarnai penyelenggaraan KTT G20 kemarin – mulai dari peristiwa Ivanka Trump yang sejenak menggantikan posisi ayahnya di meja perundingan, hingga aksi protes yang dilakukan oleh puluhan ribu demonstrator sayap kiri yang memenuhi jalan. Seperti yang dilansir CNBC.com, konferensi tersebut diselenggarakan hanya beberapa ratus meter dari salah satu basis gerakan politik sayap kiri di Jerman, yakni sebuah bekas teater bernama Rote Flora. Bagi para demonstran sayap kiri, G20 dinilai justru bagian dari penghalang tercapainya “fair global order” yang dicita-citakan oleh G20 itu sendiri – mengingat sebagian besar agenda G20 berkaitan dengan peningkatan perdagangan bebas. Demonstrasi tersebut memang sudah diantisipasi oleh pemerintah Jerman sejak lama, namun pelaksanaannya sempat tetap berjalan ricuh hingga melukai setidaknya 476 polisi setempat dan berujung pada penangkapan 186 demonstran.

Secara keseluruhan, konferensi tersebut berhasil mencapai kesepakatan mengenai beberapa hal seperti pembatasan produksi baja berlebih untuk menjaga kestabilan harga global dan pengadopsian sebuah ‘Anti-Terrorism Action Plan’. Meski begitu, seperti yang dilansir oleh The Washington Post, KTT G20 keduabelas menandai perpecahan yang semakin melebar antara AS dan negara-negara anggota lainnya. Hal ini terutama tampak dalam pembahasan mengenai perubahan iklim dan perdagangan. Seperti yang diketahui, pada bulan Mei lalu Donald Trump membatalkan partisipasi AS dalam Perjanjian Paris mengenai perubahan iklim. Sikap ini dipertahankan selama konferensi berlangsung sehingga menggagalkan adanya konsensus terkait perubahan iklim. Pengekslusian diri AS tersebut kemudian disebutkan secara eksplisit dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada akhir konferensi (red: ‘communique’), di mana para pemimpin G20 menegaskan kembali komitmen untuk memenuhi traktat UNFCCC dan menyepakati bahwa Perjanjian Paris bersifat ireversibel. Pernyataan resmi tersebut juga menyebutkan keinginan negara-negara anggota G20 untuk melawan perdagangan yang bersifat proteksionis.

Sementara itu, pada konferensi ini Trump melakukan pertemuan pertamanya dengan Putin. Pertemuan tersebut mewujudkan kesepakatan mengenai gencatan senjata di Suriah meskipun belum diketahui detil pelaksanaannya. Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson kemudian mengungkapkan bahwa kedua belah pihak juga sempat berbicara mengenai tuduhan intervensi Rusia dalam pemilihan presiden AS pada 2016 lalu, di mana Trump diketahui bersikap skeptis atas tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai ‘penghalang’ bagi relasi kedua negara. Kedua pihak kemudian sepakat untuk tidak lagi membahas ‘peristiwa di masa lalu’ dan fokus pada pembangunan relasi yang baik di masa depan.

Pernyataan resmi G20 dapat diakses pada tautan berikut:
https://www.g20.org/gipfeldokumente/G20-leaders-declaration.pdf

SUMBER

http://www.bbc.com/news/world-europe-40540359

http://www.cnbc.com/2017/07/08/g-20-communique-agreed-apart-from-climate-issue–eu-officials.html

https://www.washingtonpost.com/world/europe/key-points-from-the-g20-summit-of-world-leaders/2017/07/08/5027b896-63fb-11e7-80a2-8c226031ac3f_story.html?utm_term=.ebd4a17beb3a

https://www.washingtonpost.com/politics/trump-leaves-leaders-fearing-the-future-as-g-20-summit-breaks/2017/07/08/daed41be-634f-11e7-84a1-a26b75ad39fe_story.html?utm_term=.972ca5474cad

http://www.bbc.com/news/world-europe-40540359

Recommended Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

shop giày nữthời trang f5Responsive WordPress Themenha cap 4 nong thongiay cao gotgiay nu 2015mau biet thu deptoc dephouse beautifulgiay the thao nugiay luoi nutạp chí phụ nữhardware resourcesshop giày lườithời trang nam hàn quốcgiày hàn quốcgiày nam 2015shop giày onlineáo sơ mi hàn quốcf5 fashionshop thời trang nam nữdiễn đàn người tiêu dùngdiễn đàn thời trang