Begini loh saat Rusia betapa hormati Jokowi diundang ke Russia-ASEAN Summit

Hatree.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolay P. Petrushev, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (10/2) pagi. Dalam pertemuan yang berlangsung hampir satu jam tersebut, seperti disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi usai mendampingi Presiden, dibahas mengenai penguatan kerja sama di bidang keamanan.

Selain itu, lanjut Retno, juga dibahas mengenai masalah situasi di Timur Tengah dan kerja sama untuk menjadikan Timur Tengah menjadi kawasan yang damai dan stabil.

“Presiden menjelaskan mengenai upaya yang sedang dilakukan Indonesia dan juga mengajak Rusia untuk ikut memotori upaya perdamaian (di Timur Tengah),” kata Menlu kepada wartawan.

Pada pertemuan tersebut Nikolay P. Petrushev, juga menyampaikan kembali undangan Pemerintahan Republik Rusia kepada Presiden Jokowi untuk menghadiri Russia-ASEAN Summit yang akan diselenggarakan pada bulan Mei di Sochi, Rusia.

“Presiden menyampaikan bahwa Presiden insya Allah akan hadir,” ujar Menlu.

Presiden Jokowi, lanjut Menlu, juga secara lisan menyampaikan undangan kepada Rusia untuk hadir sebagai observer dalam KTT OKI yang akan diselenggarakan di Jakarta, bulan Maret mendatang.

“(Rusia) satu dari 4 negara yang menjadi observer. Presiden mengundang secara lisan, walaupun tertulisnya ada, untuk hadir di dalam KTT,” pungkas Menlu.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan Menko Bidang Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, Menlu Retno Marsudi, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, dan Kapolri Badrodin Haiti. 1

Getaran Konflik di Timur Tengah Terasa di Indonesia

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj memandang getaran konflik Syiah dan Sunni sudah terasa di Indonesia. Indonesia menurut Said, harus berhati-hati dan mengimbau agar tidak terpengaruh melakukan aksi-aksi kekerasan dalam bentuk apa pun.

“Jangan sampai, ini tidak mustahil, yang terjadi di Timur Tengah, terjadi di sini karena sudah jelas tanda-tandanya. Konflik sunni-syiah yang ada di Timur Tengah terasa sekali getarannya di kita. Sangat sensitif sekali, terutama di Jawa Timur, NU dan syiah itu sangat-sangat sensitif sekali, padahal belum tentu apa masalahnya, apa salahnya, kalau sudah syiah, musuh kita, syiah juga sudah curiga saja terutama pada NU,” kata Said di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/2/2016) setelah bertemu Presiden RI Joko Widodo.

Dalam pertemuan itu, kata Said, Jokowi meminta agar para kyai NU selalu menekankan soal penolakan atas paham radikalisme, terorisme, dan narkoba. Jokowi berharap para kyai dapat menyampaikan itu melalui khotbah-khotbah yang dilakukan.

Menyikapi itu, Said memastikan NU diminta atau tidak diminta akan selalu menyampaikan hal itu. Namun, Said juga menyadari kondisi yang ada menunjukkan sudah darurat sehingga khotbah yang melawan paham radikal itu akan ditingkatkan lagi.

“Kalau warga NU jelas ya tasamuh, artinya toleran, menerima perbedaan. Syiah bukan barang baru, aliran-aliran itu bukan barang baru tetapi dulu tidak sampai berantem fisik dengan ahmadiyah,dengan syiah. Dari dulu itu kita tidak pernah ada bakar-bakar atau sampai lempar-lempar,” katanya.

Jokowi dan Nikolay P Petrushev

URL DCMA : http://www.hatree.net/2016/02/begini-loh-saat-rusia-betapa-hormati.html#ixzz40DIX0ZI5

Recent Posts

Leave a Comment

Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

shop giày nữthời trang f5Responsive WordPress Themenha cap 4 nong thongiay cao gotgiay nu 2015mau biet thu deptoc dephouse beautifulgiay the thao nugiay luoi nutạp chí phụ nữhardware resourcesshop giày lườithời trang nam hàn quốcgiày hàn quốcgiày nam 2015shop giày onlineáo sơ mi hàn quốcf5 fashionshop thời trang nam nữdiễn đàn người tiêu dùngdiễn đàn thời trang